Senin, 13 Juli 2009

Logo Yayasan

YAYASAN YOHANES GABRIEL PERWAKILAN 1 SURABAYA

Nama Yayasan Yohanes Gabriel ini diambil dari nama Santo Yohanes Gabriel Perboyre (Inggris: John Gabriel Perboyre; Perancis: Jean-Gabriel Perboyre), seorang martir Katolik Perancis yang wafat dalam misinya di China. Ia seorang imam yang terbiasa kerja keras, sederhana, saleh, pandai dan selalu riang. 

 
Logo Yayasan Yohanes Gabriel.

Berikut kisah hidup beliau semoga bisa menjadi teladan bagi kita semua.

SANTO YOHANES GABRIEL PERBOYRE

 
Gambar Santo Yohanes Gabriel Perboyre

Santo Yohanes Gabriel Perboyre (Inggris: John Gabriel Perboyre; Perancis: Jean-Gabriel Perboyre) (lahir 6 Januari 1802, wafat 11 September 1840) adalah seorang misionaris Katolik Perancis.

Jean-Gabriel dilahirkan di Le Puech (sekarang di sekitar kota Montgesty), Lot, Perancis, sebagai salah satu dari delapan anak Pierre Perboyre dan Marie Rigal. Ketika masih kanak-kanak, Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras. Ia biasa membantu ayahnya mengembalakan ternak-ternak mereka di padang. Pada umur 8 tahun, ia masuk sekolah atas ijin ayahnya. Kemudian ia mengikuti pendidikan imam di seminari menengah. Yohanes, seorang calon imam yang sederhana, tetapi saleh, pandai dan senantiasa riang. Ia masuk menjadi murid Kongregasi Misionaris di seminari Montauban pada bulan Desember 1818. Pada perayaan Hari Suci Orang-orang Tak Bersalah tahun 1820, beliau mengucapkan empat kaul tarekat Vincentius, yang lazim juga disebut orang Tarekat Lazaris. Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 23 September 1825 di kapel Kesusteran Sisters of Charity oleh Dubourg, uskup New Orleans. Esok harinya beliau memimpin misa pertamanya. Imam muda ini disenangi dan dikagumi banyak orang terutama rekan-rekannya sebiara. Kepandaian dan kebijaksanaannya dalam berkarya membuat dia diserahi berbagai jabatan penting di tanah airnya, kendatipun usianya masih tergolong muda. 

Tak lama kemudian, beliau dikirim ke seminari Saint-Flour untuk mengajar teologi dogma, dan dua tahun kemudian, beliau diangkat sebagai petinggi sekolah seminari dasar Saint-Flour. Suksesnya menyebabkan atasannya untuk memberikan jabatan baru sebagai wakil pemimpin novisiat di Paris pada tahun 1832. Ia memegang jabatan ini hingga tahun 1835 saat beliau tiba di Makau dimana beliau menghabiskan beberapa waktu untuk belajar bahasa China. Kemudian atas permintaannya sendiri, ia diutus sebagai misionaris di negeri Tiongkok.

Pada tanggal 21 Desember 1835, beliau memulai perjalanannya ke Hunan sebagai bagian dari misinya. Di bulan Januari 1838 misi beliau dipindahkan ke Hubei. Pada masa itu, Tiongkok masih tertutup sekali pada dunia luar. Dengan demikian, kepergiannya ke sana membawa bahaya tersendiri. Ia harus melayani umat yang ada di sana dalam situasi selalu terancam bahaya dan macam-macam kesulitan. Tetapi Yohanes tidak takut akan semua bahaya itu. Ia yakin bahwa Tuhan akan senantiasa menolong dia dalam karyanya. Ia tanpa takut melayani umat Kristen yang ada di negeri itu dengan memberi mereka pengajaran agama dan pelayanan sakramen-sakramen secara sembunyi-sembunyi. Rasa haus, udara yang dingin dan keletihan tidak dihiraukannya demi pelayanan umat. 

Di bulan September 1839, penyerangan fisik terhadap umat Kristiani pecah di Hubei, dan Jean-Gabriel menjadi salah seorang korban pertamanya. Tubuhnya ditelanjangi dan kemudian ditutupi dengan kain perca bekas yang kotor. Ia diikat dan diseret dari satu pengadilan ke pengadilan lainnya. Di tiap pengadilan, beliau disiksa tanpa perikemanusiaan. Akhirnya, beliau dibawa ke Ou-Tchang-Fou, dan setelah disiksa sekali lagi, beliau dijatuhi hukuman mati. Hukuman ini disahkan oleh maklumat kerajaan. Pada tanggl 11 September 1840, Jean-Gabriel dihukum mati beserta tujuh terdakwa pelaku kejahatan lainnya. Seperti Kristus, Yohanes dijual oleh seorang pengkhianat dengan 30 keping perak. Setelah menderita sengsara selama setahun lamanya, ia mati diatas tiang gantungan yang berbentuk seperti salib, pada hari Jumat pertama di bulan September 1840, tepat pukul tiga siang.

Kesucian dirinya dibalas Tuhan dengan berbagai mujizat dan karunia yang luar biasa kepada setiap orang yang berdoa dengan perantaraannya. Pada tahun 1889, ia dinyatakan sebagai Beato oleh Sri Paus Leo XIII dan Ia dikanonisasi sebagai orang suci (santo) pada tahun 1996 oleh Paus Yohanes Paulus II.

Sumber : 
1. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
2. 1001 PERTANYAAN dot.COM

Sabtu, 13 Juni 2009

Selamat Datang

Selamat datang diblog kami, melalui blog ini kami ingin memperkenalkan Yayasan Yohanes Gabriel Perwakilan I. Sebagai yayasan pendidikan, kami bertujuan berperan serta dalam mencerdaskan bangsa. 

Kami berharap peran serta kecil ini dapat memberikan sedikit sumbangan bagi pengembangan pendidikan yang berguna bagi putera-puteri bangsa.


TENTANG KAMI

Kami adalah yayasan pendidikan yang membawahi 25 unit sekolah. Sebagai penyelenggara pendidikan, kami sangat memperhatikan kwalitas. Kami ingin memberikan semua yang terbaik untuk para siswa kami. Kami hendak mewujudkan cita-cita pendidikan nasional yang mewujudkan siswa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi beserta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat, dengan berlandaskan nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan.
Kami adalah Yayasan Pendidikan Katolik di bawah Keuskupan Surabaya, bersama Gereja Katolik kami berperan untuk menyebarkan benih-benih iman sebagai dasar kami untuk menyelenggarakan pendidikan di yayasan kami.

Kami adalah salah satu dari 5 Perwakilan Yayasan Pendidikan Katolik di bawah Keuskupan Surabaya.


Peta Keuskupan Surabaya

Pembagian Regio Yayasan Yohanes Gabriel.

Informasi lebih lanjut hubungi kami di :

PENGURUS YAYASAN
YOHANES GABRIEL PERWAKILAN I SURABAYA
Ruko Surya Inti Permata
Jl. Kombes. Pol. M. Duryat 14 - 16 / B : 16 - 17 Telp. : 031 - 5491417 Fax. : 031 - 5490625 
e-mail : yohanesgabrielpwk1@gmail.com
blog : yayasanyohanesgabrielpwk1.blogspot.com 
SURABAYA

VISI DAN MISI YAYASAN YOHANES GABRIEL 
PERWAKILAN I SURABAYA


VISI YAYASAN :
Mewujudkan Yayasan Yohanes Gabriel Perwakilan I sebagai penyelenggara pendidikan yang berkualitas dan profesional dengan dijiwai nilai-nilai Kristiani disertai penanaman Humaniora

MISI YAYASAN:
1. Menghadirkan sekolah Katolik di tengah masyarakat yang plural sebagi media pencerdasan penerus bangsa dan transformasi sosial budaya.
2. Menanamkan nilai-nilai cinta, kasih, dan harapan untuk membekali kecakapan hidup di dalam masyarakat.
3. Membentuk kepribadian untuk menjadi pelopor perubahan dan pambaharuan
4. Menghasilkan peserta didik yang memiliki wawasan pengetahuan yang luas baik di bidang akademik maupun non akademik serta mempunyai kepribadian yang baik

STRATEGI:
1. Menyajikan materi pembelajaran dan materi pendidikan di unit-unit sekolah sesuai dengan kurikulum yang menjadi standar dan kurikulum tambahan untuk memenuhi tuntutan masyarakat sekitar.
2. Menyiapkan tenaga edukatif yang berkompeten di bidangnya dan melaksanakan pelatihan-pelatihan bekerja sama dengan lembaga-lembaga professional.
3. Membangun budaya sekolah yang tertib, bersih, disiplin, ramah, aman, nyaman, dan damai.
4. Memberi wadah kepada setiap peserta didik untuk mengekspresikan kreativitasnya di bidang akademik maupun non-akademik.
5. Membangun image masyarakat bahwa Yayasan Yohanes Gabriel Perwakilan I sebagai yayasan yang memiliki kredibilitas, akuntabilitas, dan reliabilitas yang tinggi.
6. Memberikan pelatihan-pelatihan yang menyentuh mental dan spiritual.


 
Tuntunan religiusitas dan moral mendapat perhatian lebih.

 
Pembelajaran barbasis kompetensi.

 
Mendidik anak dalam suasana demokratis.

 
Unit Usaha Kesehatan Sekolah diasuh oleh dokter spesialis.

 
Suasana belajar yang menyenangkan dan penuh keakraban.

 
Fasilitas pendidikan yang berdampingan dengan pendidik yang berkompeten.

 
Mendidik anak untuk mencintai alam dan lingkungan sekitar.

 
Kegiatan sekolah yang mendidik dan mengembangkan kepribadian.

 
Memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini.

 
Kegiatan di mall, ajang unjuk prestasi anak.

Berikut daftar sekolah yang berada di bawah koordinasi kami.